find us on

Selasa, 04 Jun 2013 | 12:12 wib
Ini Tanggapan Warga Twitter Tentang BLSM

ilustrasi

AdaTerus.com - Bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi dari pemerintah atas naiknya bahan bakar minyak (BBM) menyita perhatian publik. Seperti banyak diberitakan, bahwa BLSM bersumber dari utang negara. Banyak kalangan terutama para pengamat kebijakan publik meyoroti hal ini sebagai bentuk tipu-tipu pemerintah, Ichsanuddin Noorsy secara eksplisit menegaskan sebenarnya program BLSM itu dibiayai oleh utang negara melalui ADB lewat programnya yang bernama DPSP (Development Policy Support Program).

Lantas, bukan hanya para pengamat yang menyoroti masalah BLSM ini, para pengguna akun Twitter pun mempunyai tanggapan beragam, ada yang mengkaitkan program BLSM ini sebagai alat kampanye politik salah satu partai, seperti yang dikatakan akun @AminFahrudin, "PKS tolak kenaikan BBM karena bebani rakyat kecil,,tolak BLSM karena itu alat kampanye SBY dan atau Demokrat ; Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan !!," ucapnya di Twitter. Selasa (4/6).

Lain hal yang dikatakan oleh akun @mengambilbekal, "Memangnya berapa hari rakyat bisa manfaatkan BLSM? berapa hari? sementara hari-hari berikutnya mereka akan ditimpa harga-harga yang mahal," kata dia. 

Lebih lanjut, Program BLSM ini dianggap oleh akun @kisnov sebagai bentuk rezim saat ini yang penuh kebohongan dan rekayasa, "Dengan BLSM,kebohongan dan pembodohan rezim ini, mengebiri anak bangsa !... # kwalat". Cetusnya. 

Sementara itu, Menkokesra Agung Laksono membantah program BLSM ada udang dibalik batu atau ada tujuan politis tertentu, "Tidak ada tujuan politis untuk partai tertentu, tetapi untuk mencegah penurunan daya beli masyarakat," kata Agung Laksono usai pelepasan Kapal Safari Bhakti Kesetiakawanan Sosial (SBKS) di Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta, Selasa (4/6).  

Dijelaskan Agung, pemerintah meluncurkan BLSM sebagai kompensasi seiring dengan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Akibat pengurangan subsidi, kata dia, akan terjadi kenaikan BBM yang merembet kepada menurunya daya beli masyarakat miskin terhadap naiknya harga-harga kebutuhan pokok.


Disunting Oleh : Idham

Berita Terkait

Tak Ingin Digusur, Warga Datangi Balai Kota
Coba Inisiatif, Warga Sunter Bongkar Rumah Sendiri
Ini Alasan Ahok Keluar dari Gerindra
Ultah, Ucapan Selamat Banjiri Akun Twitter SBY
Menghina di Socmed, Nukman: Apa Harus Pakai UU ITE?
Karaoke Syahrini di Tangerang Tak Berizin
http://www.adaterus.com/assets/banner/HR2.gif
Artikel lainnya
Gara-gara Perut, PM Palestina Masuk RS
Jokowi-Kalla Belum Serahkan LKHPN ke KPU
(x)
Download Aplikasi AdaTerus.com
©2013 ADATERUS.com - All rights reserved. Tentang Kami | Info Iklan | Hubungi Kami | Ketentuan Layanan